CAR
SEXY CARS
Showing posts with label Teknologi... Show all posts
Showing posts with label Teknologi... Show all posts

Wednesday, August 19, 2009

VW TwinDrive: Kolaborasi Dua Dunia

Seolah tak mau kalah dalam mengembangkan mobil hybrid, Volkswagen mengajak partner dari benua Asia, China tepatnya, untuk bersama-sama meracik mobil hybrid. Langkah Volkswagen menggandeng BYD, salah satu manufaktur besar dari China, telah final. Keduanya sudah memasuki nota kerja sama antara Presdir BYD, Wang Chuanfu dan Presdir Volkswagen AG, Dr. Martin Winterkorn.

Nama BYD tidak asing lagi di kalangan produsen mobil listrik. Pada 2008, manufaktur ini merilis hybrid plug-in yang diberi nama F3DM, yang merupakan satu dari tiga rangkaian produk mobil listrik mereka. F3DM memiliki jarak jelajah 100 km untuk satu kali pengisian baterai (charging). Sementara itu, midsize sedannya, F6, yang mengunakan baterai iron-phosphate mampu diisi 70% dalam waktu 10 menit.

Proyek Golf TwinDrive dimulai pada generasi kelima VW Golf. Kali ini, dengan penyempurnaan teknologi, khususnya pada baterai dan sistem pengisian, VW menerapkanya pada Golf generasi keenam. Proyek yang juga didanai oleh pemerintah Jerman ini bertujuan memaksimalkan fungsi energi yang tersedia dalam sektor transportasi. Pihak Volkswagen menyediakan 20 unit VW plug-in TwinDrive sebagai pilot project.

Kunci dari sistem ini terletak pada kinerja rangkaian penerus daya yang efisien, sehingga tenaga dari dapur pacu, baik E-motor (electrical motor) atau motor bakar konvensional, dapat tersalur sempurna ke roda. Tidak hanya itu, tata letak antar sumber daya juga diperhitungkan agar rugi-rugi mekanis (berkurangnya tenaga akibat friksi atau penyaluran tenaga) dapat pangkas.

Mengandalkan motor listrik bertenaga 176 hp, Golf TwinDrive menggunakan sistem di mana pengemudi dapat memilih mode operasi optimal yang secara spesifik memilih rute dan situasi. Hasilnya, kombinasi efisien antara motor listrik dan mesin konesnvional dapat tercapai.
Tidak seperti tipikal sistem hybrid lainnya di mana motor listrik adalah pelengkap dari motor bakar, “Kenyataanya berbalik, bahwa di TwinDrive motor bakar baik bensin atau diesel berfungsi sebagai suplement E-Motor,” jelas Dr. Martin Winterkorn. Rentang kerja E-Motor TwinDrive sendiri mampu menjelajah 50 km untuk daerah perkotaan, sementara motor bakarnya dipergunakan untuk perjalanan jauh. Sayangnya, Volkswagen masih merahasiakan jenis motor bakar yang tertanam di tubuh Golf Twin Drive.

Meski begitu, VW memberikan gambaran singkat bahwa untuk perjalanan dari Postdam ke Berlin bolak-balik, sejauh 100 km, Golf TwinDrive mengkonsumsi listrik 8KWh ( kilowatt-hours) dan 2,5 liter bahan bakar atau 40 kpl. Nilai ini lebih irit dari klaim Toyota Prius generasi anyar yang mencatat (24,5 kpl) bagi konsumsi mesin bakarnya. Dengan hasil awal ini, VW optimis memproduksi Golf TwinDrive pada 2010.
Bayu Arya

Rekayasa Mesin Rotary Mazda

Sejarah permobilan mencatat bahwa salah satu penemuan terbaik di sektor pembangkit daya adalah mesin rotary yang dibuat oleh Felix Wankel. Mesin ini terbilang unik, karena pistonnya merangkap sebagai ruang bakar dan memiliki gerak berputar (berotasi), bukan seperti mesin lainnya yang lazim bergerak vertikal ataupun horisontal. Awalnya, mesin rotary dipasang pada pesawat tempur Jerman di era ‘50-an. Baru kemudian, teknologi ini dilirik produsen otomotif, seperti GM, Mercedes-Benz, Rolls-Royce, dan Mazda.

Namun, di antara para manufaktur tersebut, di tangan Mazda-lah lompatan terbesar teknologi mesin rotary terjadi. Melalui Mazda Cosmo Concept, di ajang Tokyo Motor Show 1963, mesin ini menyihir publik karena meski berkapasitas kecil, tenaga dan torsinya cukup besar. Tradisi itu berlanjut hingga kini, di mana mesin rotary adalah jantung pacu wajib untuk mobil sport Mazda RX-series.

Seiring rumor akan hadirnya RX-7 anyar dan RX-8 terbaru di 2010, Mazda terlebih dahulu menggulirkan sumber tenaganya. Mesin ini merupakan generasi anyar jantung pacu berkode 16X, yang diklaim lebih bertenaga dan lebih irit, berkat adanya perubahan desain dan penyematan teknologi baru.

Tahun 2009 ini pun selubung misteri RENESIS (akronim darai Rotary Engine GENESIS) terbaru mulai tersingkap. Ubahan pertama dapat dilihat dari disematkannya teknologi khas Mazda, DISI (Direct Injection Spark Ignition). Pada dasarnya, sistem injeksi ini akan mencampur terlebih dahulu udara dan bensin, sebelum disuntikkan ke ruang bakar. Tujuannya, agar torsi tetap terjaga di segala putaran. Walhasil, karena torsi yang dihasilkan konstan, mobil pun akan berakselerasi lebih cepat.

Ubahan berlanjut dengan penggunaan dua busi tiap silinder. Selain itu, jarak antar busi dan jarak busi ke ruang bakar juga diubah. Cara ini dilakukan agar pembakaran stabil. Sebagaimana diketahui, piston pada mesin rotary juga berfungsi sebagai ruang bakar. Kondisi ini mengakibatkan besar kemungkinan terjadi ketidaksempurnaan pembakaran saat putaran tinggi, karena piston bergerak terlalu cepat dan waktu percikan api busi tidak tepat. Lalu, untuk mengeliminasi overlap (bentroknya arus masuk BBM dengan aliran keluar sisa pembakaran), dimensi piston dan cangkangnya diperbesar.

Isyu tentang mesin rotary yang boros oli mesin juga dapat diatasi dengan mengubah dan memperbesar jalur pelumasan. Penggunaan oli lebih efisien karena dapat menjangkau area yang lebih luas ketimbang cara lama, di mana oli mesin berkumpul di satu dua titik pelumasan. Dari perubahan yang ada, bisa dipastikan terjadi kenaikan kapasitas mesin. Diperkirakan, mesin baru ini hadir dalam konfigurasi twin rotor, 800 cc x 2 (sebelumnya 654 cc x 2), dengan bahan bakar lebih hemat 20% dan menghembuskan tenaga hingga 270 hp (dari sebelumnya 260 hp).
Bayu Arya

Tuesday, August 18, 2009

Mitsubishi iMiEV Sport 4WD: Tenaganya Listrik Murni





KOMPAS.com — Pada IIMS 2009, Mitsubishi menampilan satu mobil konsep, yaitu iMiEV Sport. Mobil listrik Mitsubishi ini berbeda dengan yang dipajang tahun lalu dan juga yang sudah dipasarkan di Jepang tahun ini.

Seperti juga mobil konsep yang dipamerkan produsen lain, iMiEV Sport sudah diperkenalkan ke publik pertama kali pada Tokyo Motor Show pada Oktober 2007. Versi terakhir mobil sport listrik dari Mitsubishi ini adalah iMiEV Sport Air yang diperkenalkan pada Geneva Auto Show, Maret lalu.

Tiga motor. Karena dirancang sebagai mobil sport dua pintu, kapasitas interiornya 2 + 2. Jok belakang hanya untuk anak kecil. Karena itu pula, bagian berlakang Sport lebih landai dibandingkan versi empat pintu.

Bagi Mitsubishi, iMiEV Sport sebagai bukti bahwa mobil listrik juga bisa dikebut. Menurut perusahaan yang memang sangat jago di bidang kelistrikan ini, iMiEV Sport dapat digenjot sampai 180 km/jam.

Sistem penggerak mobil listrik ini four wheel drive (4WD) atau bisa juga disebut sebagai all-wheel drive. Kendati demikian, hanya dua motor listrik yang langsung dipasang pada roda, yaitu di depan.

Adapun roda belakang sebagai penggerak utama, menggunakan satu motor listrik saja. Di sini, motor lebih dulu menggerakkan as roda belakang. Mitsubishi menyebut sistem iMiEV Sport ini dengan E-4WD atau Electric Power 4-Wheel Drive.

Kerja seluruh roda dikontrol oleh komputer yang disebut S-AWC (Super All Wheel Control). Sistem ini dikombinasikan dengan E-AYC (Electric Active Yaw Control), ABS dan ACS (active stability control). Dengan sistem kontrol tersebut, kemampuan mobil sport mungil ini bermanuver diyakini mantap sekali.

Fitur lain adalah sistem pemulihan atau regeneratif energi alias KERS (pada F1). Jadi, ketika mobil direm atau kecepatannya dikurangi, energi yang kinetik atau gerak mobil dan komponennya diubah menjadi listrik. Selanjutnya, energi disimpan di baterai lithium-ion.

Eksterior. Mitsubshi mengusung konsep layout belakang-tengah, sama seperti iMiEV empat pintu. Baterai ditempatkan di kolong mobil, sedangkan motor listrik, inverter, plus charger berada di bagasi.

Bodi menggunakan struktur ruang rangka yang dibuat dari aluminium. Begitu juga dengan komponen suspensi. Tujuannya membuat mobil lebih ringan. Selain gesit, penggunaan energi juga jadi efisien.

Tambahan lain adalah sel surya di atap untuk mengoperasikan AC atau sebagai tambahan energi buat baterai. Pada sisi kanan dan kiri bumper depan dipasang pula dua baling-baling yang bekerja ketika mobil direm. Adapun kaca, jenis yang bisa inframerah.

Untuk menghemat energi, untuk lampu belakang digunakan LED. Begitu juga lampu sein pada spion luar. Beberapa komponen interior, seperti karpet, door trim, panel belakang jok, dan tutup jok samping dibuat dari plastik ramah lingkungan, yang disebut Mitsubishi “green plastic” dengan bahan dasar tanaman.

Interior sport. Kabin bergaya sport dengan gril AC bulat. Interior dilengkapi dengan filter bio-clear dan deodorize (penghilang bau) serta pembangkit oksigen. Layar monitor untuk berbagai informasi berada di tengah setir yang didominasi warna biru.

Di tengah bawah dasbor, dipasang pula layar informasi status kerja mobil. Yang cukup menarik, untuk memperkuat kesan listrik atau elektronik, kedua pedal permukaan diberi motif printed circuit board seperti pada model alat elektronik.

Mitsubishi tampaknya lebih cenderung mengembangkan mobil listrik ketimbang hibrida, kendati menghadapi kendali dengan infrastruktur. Hal itu terutama ketersediaan ke stop kontak, saat mobil diparkir di mal, atau tempat lainnya.

Kalau di rumah, tak ada masalah. Tinggal, colokkan "stekker mobilo" (di belakang mobil) ke stop kontak. Baterai pun diisi lagi. Bebas polusi dan tak berisik, lagi!

Spesifikasi iMiEV
Dimensi (mm)
Panjang
3.450
Lebar
1.600
Tinggi
1.400
Jarak sumbu roda
2.550
Trek depan & belakang
1.405 & 1.405
Berat
970 kg
Sistem penggerak

Motor listrik 4WD
Kecepatan maks.

180 km/jam
Jarak tempuh
setiap pengisian

(mode 10 – 15)

200 km

Waktu pengisian
200V/ 15A
8,5 jam
100V/ 15A
17 jam
Pengisian cepat
(3-fasa,200V/50kW)
35 menit (80%)
Motor
Tipe
Magnet permanen,
motor sinkronus

Depan: motor pada roda
Belakang: satu motor
Tenaga maks.
Depan: 20 kW x 2,
Belakang: 47 kW
Torsi maks.
Depan: 250 Nm x 2,
Belakang: 180 Nm
Baterai
Tipe
Lithium-ion
Total tegangan
330 V
Setir

Rek & pinion,
power steering listrik
Suspensi
Depan
MacPherson strut
Belakang
De Dion tube
Ukuran ban

175/ 45R17

Sunday, August 16, 2009

Mobil Hibrida Vs Mobil Listrik dan Energi Alternatif



KOMPAS.com — Dalam usaha mengurangi pencemaran lingkungan atau pemanasan global, produsen mobil telah berhasil menciptakan mobil yang bisa menggunakan berbagai energi alternatif. Antara lain, hidrogen, bahan bakar gas (CNG) atau di Indonesia disebut BBG, elpiji, dan terakhir yang juga mulai populer adalah mobil listrik.Namun, di antara kendaraan tersebut, hibrida masih menjadi pilihan utama produsen. Hebatnya, hibrida bukan lagi konsep, tetapi sudah dipasarkan secara massal. Salah satu contohnya adalah Toyota Prius dan Honda Insight.

Problem
Sumber energi alternatif, seperti hidrogen, BBG, dan elpiji memang menarik. Masalahnya, untuk bahan bakar jenis tersebut diperlukan infrastruktur yang cukup mahal. Hal tersebut disebabkan sifat gas; harus dikompresi, yang menyebabkan tekanannya sangat tinggi. Akibatnya, diperlukan tangki yang berat dan juga penanganan yang khusus.

Di lain hal, mobil listrik memang sangat menarik. Problemnya, jarak tempuh untuk satu kali pengisian baterai sangat terbatas. Infrastruktur untuk mengisi ulang belum tersedia, terutama di tempat-tempat umum. Di samping itu, waktu yang dibutuhkan untuk mengisi ulang baterai masih relatif cukup lama. Alhasil, solusi paling pas adalah hibrida.

Sumber penggerak
Berbeda dengan hibrida. Sumber penggeraknya dua, yaitu motor bakar (mesin konvensional) dan motor listrik. Kekurangan dari dua sumber penggerak hanya biaya atau harga yang lebih mahal dibandingkan dengan satu mesin saja. Di samping itu, teknologinya juga tambah rumit.

Sebaliknya, keuntungan mobil hibrida, konsumsi bahan bakarnya sangat irit. Nilai plus lainnya, ramah terhadap lingkungan. Pemilik mobil hibrida adalah orang yang ikut berpartisipasi mengurangi pemanasan global, yang sekarang ini kondisinya makin mencemaskan.

Pemilik mobil hibrida tidak akan menghadapi masalah seperti pada mobil listrik, hidrogen, BBG atau elpiji. Kondisinya sama saja dengan mobil yang digunakan sekarang ini karena menggunakan bahan bakar bensin atau diesel yang bisa diperoleh di hampir setiap SPBU.

Sumber penggerak utama mobil hibrida masih menggunakan mesin pembakaran dalam (internal combustion). Sumber energi adalah minyak (bensin atau solar). Kedua jenis bahan bakar tersebut mudah diperoleh.

Lantas, sebagai tenaga tambahan dan digunakan pada kondisi tertentu, digunakan motor listrik. Penggerak yang disebutkan terakhir memperoleh energi listrik dari baterai atau aki. Di lain hal, baterai memperoleh energi dari mesin, listrik dari rumah, dan hasil pemulihan saat rem digunakan.

Mengirit
Dalam kenyataannya, energi yang dihasilkan mesin tidak bisa digunakan semuanya untuk mengerakkan kendaraan. Sebagian energi terbuang begitu saja misalnya ke sistem pendingin, knalpot, komponen mesin, dan transmisi yang bergerak plus bergesekan.

Malah saat mobil direm, energi terbuang begitu saja. Komponen rem yang ada di roda malah jadi panas. Tepatnya, energi gerak dari mesin berubah menjadi energi panas. Nah, pada mobil hibrida masa kini, energi tersebut diambilkan lagi.

Saat mobil direm, energi kinetik diubah menjadi listrik. Caranya, pada as roda atau pada transmisi dipasangi generator. Listrik yang dihasilkan oleh generator, baik ketika mesin utama berputar, maupun saat mobil direm, diubah menjadi listrik. Selanjutnya, energi listrik tersebut disimpan di dalam baterai.

Motor listrik
Pada kondisi tertentu, bila mobil hendak tancap gas (akselerasi), mobil tidak lagi mengontrol mesin untuk menaikkan putaran. Komputer mobil akan mengontrol tenaga tambahan dari motor listrik yang memperoleh sumber energi dari baterai.

Bahkan, bila perlu, saat lalu lintas macet berat, dan jalan mobil merambat, cukup dengan memanfaatkan tenaga listrik. Mesin utama tidak perlu hidup. Kondisi tersebutlah yang membuat mobil hibrida jauh lebih irit.

Di lain hal, bila tenaga di baterai mulai berkurang, mesin utama akan berfungsi seperti mobil sekarang ini. Selain bisa digunakan untuk menempuh perjalanan jauh, tentu saja laju tersebut digunakan mengisi baterai. Malah mobil hibrida mutakhir—yang sudah menggunakan baterai lithium-ion—bisa diisi dengan cepat. Cukup dengan mencolokkan stekernya ke stop kontak rumah!

Hibrid baru 3 raksasa otomotif


Tiga pabrikan raksasa otomotif dunia General Motor, Daimler Chrysler, dan BMW mengumumkan jenis mobil hibrid terbaru yang selama ini dikembangkan bersama. Hibrid tersebut dinamakan "2 Mode Full Hybrid System". Ketiga pabrikan besar ini menargetkan akan memproduksi hibrid ini pada tahun 2007.
Yang baru dari sistem hibrid ini adalah penggabungan sistem 4 langkah transmisi dengan sistem konvensional 2 mode hibrid yang memiliki dua motor.

Friday, August 7, 2009

Canggihnya Dunia Masa Depan

Tim Peliput : Farma Dinata - Joni Suryani
Narator : Farma Dinata
Editor : Bagus Andriansari
Tayang : Rabu, 30 Juli 2008, Pukul 12.30 WIB

indosiar.com, Jakarta - Awal Juli lalu berlangsung Indonesia Internasional Motor Show 2008. Berbagai teknologi canggih di dunia otomotif bisa kita saksikan. Wah pokoknya keren-keren mulai dari mobil yang bentuknya simple hingga super canggih, sampai mobil yang irit bahan bakar dan ramah lingkungan. Tapi yang paling menarik ada robot yang bisa diajak ngobrol.

Perkenalkan nih ini Asimo, robot humanoid yang dirancang untuk kemampuan seperti manusia. Kalau dibandingkan sama yang di film-film, Asimo memang kurang canggih. Tapi itu kan film, di dunia nyata inilah roboh humanuit sebenarnya yang pernah diciptakan manusia.

Sejak pertama kali dibikin para profesor Jepang pada tahun 2000, Asimo selalu dikembangkan supaya bisa lebih sempurna. Bisa makin luwes, kemampuan Asimo yang paling baru dapat berinteraksi dengan manusia.

Wah, canggih ya, dengan teknologi di gredit sirkuit car, asimo bisa mengenali wajah, suara bahkan membawa gerak tubuh manusia yang memungkinkannya berkomunikasi dua arah.

Asimo didatagkan jauh-jauh dari Jepang untuk ikut memeriahkan Indonesia Internasional Motor Show 2008. Pameran otomotif terbesar yang digelar di Jakarta Convention Center mulai tanggal 6 hingga 20 Juli lalu.

Biasanya acara begini juga menjadi ajang cuci mata para pengemar otomotif tanah air. Maklum selain banyak mobil keluaran terbaru, kita juga bisa lihat prototape teknologi otomotif yang mutahir.

Salah satu yang menarik perhatian juga adalah sebuah mobil prototape masa depan yang dikasih nama I-Real. I-Real yang baru diproduksi 8 unit di dunia itu merupakan mobil masa depan yang didesain untuk kapasitas satu orang.

Digerakkan pakai baterai, tenaga listriknya mampu memacu pada kecepatan 60 kilometer perjam. Uniknya, bagian body mobil ini full dibuat dari serat pohon kenaf yang hanya tumbuh di Indonesia yakni di daerah Malang dan Probolinggo.

Yang menarik dari ajang ini adalah mengemukanya isu teknologi ramah lingkungan dan hemat energi. Ya namanya harga BBM lagi tinggi, ya kan.

Misalnya yang ini, dengan teknologi Hybrid mesin mobil ini dijalankan dengan perpaduan BBM dan listrik. Konsumsi bahan bakarnya selain aman untuk lingkungan juga efisien. Soalnya bensin dipakai hanya dalam kondisi tertentu.

Konsumsi BBM nya konon satu liter bisa untuk menempuh jarak hingga 50 kilometer, wah irit banget. Kalau soal tenaga mobil ini bisa ngebut dari 0 kilometer perjam ke 60 kilometer perjam hanya dalam waktu 4 detik. Cuma masalahnya mobil jenis Hybrid di Indonesia masih mahal.

Selain jadi ajang cuci mata, Indonesia Internasional Motor Show 2008 yang berakhir tanggal 20 Juli itu juga jadi tempat sasaran mereka yang emang niat mobil. Karena sebagaimana pameran kaya gini, harga yang ditawarkan lebih murah dari harga pasaran. (Sup)

Mobil Canggih Gunakan Bahan Bakar Udara

PARIS - Peran minyak sebagai sumber bahan bakar utama bakal bisa digantikan. Pasalnya, dalam beberapa tahun lagi kita akan dapat merasakan kecanggihan sebuah terobosan baru dari dunia teknologi kendaraan yang bisa berjalan menggunakan tenaga udara.
Kendaraan canggih dengan kapasitas 5 tempat duduk akan segera di pasarkan. Pemasaran dari mobil ini sangat terbatas karena mengingat produksinya juga terbatas.

OneCAT, nama kendaraan tersebut sudah dirancang oleh ilmuan dan investor Prancis Guy Negre. Kendaraan tersebut berbodi kaca fiber dengan beratnya hanya 350 kilogram.

Namun harganya sangat terjangkau yaitu hanya 2.500 Euro atau Rp 33.715.000 (kurs Rp 13.486). Cara kerja bahan bakar udara dimana tekanan udara yang terdapat dalam tangki fiber karbon akan membentuk tenaga yang dapat menggerakan mesin pada mobil.

Untuk perjalanan yang jauh, compresor udara mengendalikan piston supaya dapat menghasilkan dorongan.
Negre mengatakan, karyanya ini dapat menempuh ribuan kilometer perjalanan atau sama seperti yang dilakukan oleh mobil-mobil lain. “Pembeli pertama adalah orang yang pasti mengenal atau pecinta lingkungan. Namun yang terpenting mobil ini akan lebih irit,” ujar investor dari Prancis, Guy Negre.

Negre berjanji untuk beberapa tahun ke depan akan lebih berusaha menciptakan penemuan-penemuan yang lebih hebat lagi. Untuk ciptaanya kali ini Negre bekerjasama dengan pengusaha besar India.

“Ini akan menjadi penghematan di atas pengeluaran yang total. Bayangkan kita akan dapat menyelamatkan seluruh komponen perjalanan dunia dan semua pengendara tranportasi,” tambah Negre.